Sepak bola adalah cabang olahraga
yang menggunakan bola
yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas)
orang. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250
juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia.
Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola ke gawang lawan. Sepak bola
dimainkan dalam lapangan
yang berbentuk persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.
Secara umum,
hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola
dengan tangan
atau lengan
di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diijinkan
menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan
kepala
untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir
pertandingan adalah pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir
imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti,
tergantung dari format penyelenggaraan kejuaraan.
Peraturan
pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk organisasi sepak
bola internasional (FIFA),
yang juga menyelenggarakan Piala Dunia
setiap empat tahun sekali.
A. Sejarah
Sejarah
olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina.[7]
Di masa Dinasti Han
tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil.
Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di
Italia,
permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Sepak bola
modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi,
permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga
akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini
dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia
juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah
perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas
dan sekolah.
Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika
11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan
tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola
(soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam
sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang,
dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi
tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an,
berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.
Untuk
bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik. Pemain
yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain
sepakbola dengan baik pula.
Beberapa teknik dasar yang perlu dimiliki pemain sepakbola adalah
Beberapa teknik dasar yang perlu dimiliki pemain sepakbola adalah
- Menendang ( kicking ),
- Menghentikan atau Mengontrol ( stoping ),
- Menggiring ( dribbling ),
- Menyundul ( heading ),
- Merampas ( tacling ),
- Lemparan Kedalam ( trow – in )
- dan Menjaga Gawang ( Goal Keeping )
C. Aturan
1. Lapangan permainan
- Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m
- Garis batas: garis selebar … cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; … m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
- Daerah penalti: busur berukuran 18 m dari setiap pos
- Garis penalti: … m dari titik tengah garis gawang
- Garis penalti kedua: … m dari titik tengah garis gawang
- Zona pergantian: daerah … m (… m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
- Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m
- Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
2. Bola
- Ukuran: 68-70 cm
- Keliling:10 cm
- Berat: 410-450 gram
- Lambungan: 1000 cm pada pantulan pertama
- Bahan: karet atau karet sintetis (buatan)
3. Tim
- Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 11, salah satunya penjaga gawang
- Jumlah pemain maksimal keluar lapangan(tidak termasuk cedera): 4
- Jumlah pemain cadangan maksimal: 12
- Jumlah wasit: 1
- Jumlah hakim garis: 2-4
- Batas jumlah pergantian pemain: 3 kecuali pertandingan uji coba
4. Perlengkapan permainan
- Kaos bernomor (sejak tahun 1954)
- Celana pendek
- Kaos kaki
- Pelindung tulang kering
- Alas kaki bersolkan karet
5. Lama permainan
Lama
permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15
menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan
perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama
kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di
setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian
pemain, cedera
yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini
disebut sebagai injury time atau stoppage time.
6. Pelanggaran
Apabila
pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan
peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan
dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat
namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran
seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan,
berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan,
keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak
dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam.
Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar
dari pertandingan.
7. Wasit dan petugas pertandingan
Dalam
pertandingan profesional, terdapat 4 petugas yang memimpin jalannya
pertandingan, yaitu wasit,
2 hakim garis, dan seorang petugas di pinggir tengah lapangan. Wasit memiliki peluit
yang menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola. Dia juga
bertugas memberikan hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di
lapangan. Masing-masing penjaga garis bertanggung jawab mengawasi setengah
bagian dari lapangan. Mereka membawa bendera dengan warna terang untuk
menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupun offside. Biasanya mereka akan bergerak
mengikuti posisi pemain belakang terakhir.
Seiring
dengan berjalannya waktu banyak klub-klub Sepak Bola yang menjadi terkenal
salah satunya adalah Klub kesukaan saya Real
madrid FC
Real Madrid
Club de Fútbol [reˈal maˈðɾið ˈkluβ ðe ˈfutβol];
Royal Madrid Football Club), umumnya dikenal sebagai Real Madrid,
adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Madrid, Spanyol.
Didirikan pada tahun 1902 sebagai Madrid Football Club, secara
tradisional mengenakan kostum kandang putih. Kata Real ("dari
kerajaan") Spanyol dan dianugerahkan ke klub oleh Raja Alfonso XIII pada tahun 1920
bersama-sama dengan mahkota kerajaan di lambang. Tim ini telah memainkan
pertandingan kandang dalam 85.454-kapasitas Stadion Santiago Bernabéu di pusat kota
Madrid sejak tahun 1947. Klub ini adalah klub sepak bola terkaya di dunia dalam
hal pendapatan, dengan omset tahunan sebesar €513 juta dan paling berharga,
senilai €3.3 milyar. Ini adalah salah satu dari tiga klub untuk tidak pernah
terdegradasi dari papan atas sepak bola Spanyol, bersama dengan Athletic
Bilbao dan Barcelona. Real Madrid memiliki banyak
persaingan lama, terutama El Clásico dengan Barcelona dan El Derbi madrileño dengan Atlético
Madrid.
Klub
memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola Spanyol dan Eropa
selama tahun 1950. Di dalam negeri, Klub ini juga merupakan salah satu klub
terbaik abad ke-20 menurut FIFA. Mereka telah meraih 32 gelar La Liga,
18 gelar Copa del Rey, 8 Piala Super Spanyol, 1 Copa Eva
Duarte, 1 Copa de la Liga, 9 gelar Piala Eropa/Liga Champions UEFA, 2 Piala UEFA,
1 Piala Super UEFA, dan 3 Piala Interkontinental.
Sejarah
Awal mula (1897–1945)
Awal mula
Real Madrid dimulai saat sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi
dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang di dalamnya
termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football
Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada
hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun
1900, yaitu: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid.
Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan
pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902. Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun
1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic
Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu
anggota pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol
pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo
Meléndez menandatangani perjanjian dasar pendirian Asosiasi Sepak
Bola Kerajaan Spanyol. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo
de O'Donnell pada tahun 1912. Pada
tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyol memperbolehkan
klub menggunakan kata Real—yang berarti kerajaan—kepada klub ini.
Pada tahun
1929, Liga Spanyol
didirikan. Real Madrid memimpin musim pertama liga sampai pertandingan
terakhir, namun saat itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic
Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah hampir pasti diraih,
direbut oleh Barcelona. Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga
pertama mereka pada musim 1931—32. Real kemudian berhasil mempertahankan
gelarnya pada tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang
menjuarai La Liga dua kali berturut-turut.
Pada 14
April 1931, kedatangan Republik Spanyol Kedua disebabkan klub
kehilangan gelar Real dan kembali ke bernama Madrid Football Club. Sepakbola
terus selama Perang Dunia Kedua, dan pada 13 Juni 1943, Madrid mengalahkan Barcelona
11-1 di leg kedua semi-final dari Copa del
Generalísimo, Copa del Rey yang telah berganti nama untuk
menghormati Jenderal Franco. Ia telah mengemukakan bahwa
pemain Barcelona diintimidasi oleh polisi, termasuk oleh direktur keamanan negara yang
"diduga mengatakan kepada tim bahwa beberapa dari mereka hanya bermain
karena kedermawanan rezim dalam memungkinkan mereka untuk tetap di negara
ini." Ketua Barcelona, Enric Piñeyro, diserang oleh fans Madrid.
Santiago Bernabéu Yeste dan kesuksesan di Eropa
(1945–1978)
Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi
presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian
berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat
berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat
rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953,
Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain
asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.
Pada tahun
1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan
editor dari L'Equipe,
Gabriel Hanot,
Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes
menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub
terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini.
Di bawah
bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama
dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan
Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya
kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah
kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli
turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.
Real Madrid
kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah
mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan
komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol,
sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini
kemudian dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye"
berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles
berjudul "She Loves You" setelah empat anggota
tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi
"Ye-ye" juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964. Pada 1970-an,
Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara
Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya
pada tahun 1971
dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea.[23]
Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina.
FIFA kemudian menetapkan
tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung.[24]
Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk
penghormatan pada mantan presidennya tersebut.
Quinta del Buitre dan ketujuh Piala Eropa (1980–2000)
Pada awal 1980-an,
Real Madrid seperti kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka membutuhkan
waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju ke atas melalui bantuan
beberapa bintang baru. Keberhasilan para bintang baru tersebut kemudian disebut
oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai era generasi La Quinta del
Buitre ("Lima Burung Nazar"), yang berasal dari nama el
buitre ("burung nazar"),
julukan yang diberikan kepada salah satu pemain Madrid saat itu, Emilio Butragueño. Anggota lainnya adalah Manuel
Sanchís, Rafael Martín Vázquez, Miguel
Pardeza, dan Míchel. Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang
menjadi empat anggota ketika Miguel Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza
pada 1986) dan pemain terkenal seperti penjaga
gawang Francisco Buyo, bek kanan Miguel Porlán Chendo,
dan penyerang
Meksiko
Hugo Sanchez,
Real Madrid berhasil bangkit dan memiliki kekuatan terbaik di daratan Spanyol
dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an. Hasilnya juga cukup signifikan:
mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA,
lima gelar Liga Spanyol
berturut-turut, satu Piala Spanyol, dan tiga Piala Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La
Quinta del Buitre resmi berpisah setelah Rafael Martín Vázquez, Emilio
Butragueno, dan Míchel meninggalkan klub.
Pada tahun
1996, Presiden Lorenzo Sanz menunjuk Fabio Capello
sebagai pelatih. Meskipun masa jabatannya hanya berlangsung satu musim, Real
Madrid berhasil menjadi juara La Liga lewat kontribusi Roberto
Carlos, Predrag Mijatović, Davor Šuker,
dan Clarence Seedorf yang membantu para pemain
lokal seperti Raul Gonzalez, Fernando
Hierro, Iván Zamorano, dan Fernando
Redondo. Real Madrid kemudian menambah amunisi dengan kedatangan Fernando Morientes pada tahun 1997. Penantian
mereka selama 32 tahun untuk bisa berjaya lagi di Eropa akhirnya berakhir pada
tahun 1998 di bawah manajer Jupp Heynckes saat berhasil lolos ke Final Liga Champions UEFA
dan mengalahkan Juventus dengan skor 1–0 berkat gol dari Predrag Mijatović.
Era Los Galácticos (2000–2006)
Pada bulan
Juli 2000, Florentino Pérez terpilih sebagai presiden
klub. Dia berjanji dalam kampanyenya untuk menghapus utang klub sebesar 270
juta euro dan memodernisasi fasilitas klub. Namun, janji pemilu utama yang
mendorong Pérez untuk kemenangan adalah penandatanganan Luís Figo.
Tahun berikutnya, klub mendapat tempat pelatihan yang rezoned dan menggunakan
uang itu untuk memulai perakitan sisi Galáctico terkenal termasuk pemain
seperti Zinedine Zidane, Ronaldo,
Luís Figo,
Roberto Carlos, Raúl, Fabio
Cannavaro dan David Beckham. Hal ini diperdebatkan apakah
berjudi terbayar, karena meskipun Liga Champions UEFA dan Piala Interkontinental menang pada tahun
2002, diikuti oleh Liga pada tahun 2003, klub gagal memenangkan trofi besar
selama tiga musim berikutnya. Pada musim panas 2003, setelah menangkap lain
gelar La Liga, Florentino Pérez dan dewan direksi menolak
untuk memperpanjang kontrak pelatih Vicente del Bosque dan setelah perselisihan
internal yang memaksa kapten Fernando
Hierro meninggalkan klub. Mereka juga mengabaikan permintaan Claude Makélélé tentang kontrak baru dengan
gaji yang lebih baik, sebagai imbalannya, Makélélé meminta permintaan transfer,
dan dipindahkan ke Chelsea.
Beberapa
hari setelah meraih gelar dari liga, dikelilingi dengan kontroversi. Pertama
keputusan yang kontroversial datang ketika Perez memecat pelatih Vicente del Bosque, setelah direktur olahraga
Real mengklaim bahwa del Bosque itu bukan orang yang tepat untuk pekerjaan itu,
mereka ingin seseorang muda untuk menggoyang tim. Atmosfer buruk berlanjut
ketika legenda Real serta kapten Fernando
Hierro meninggalkan klub setelah perselisihan dengan manajemen,
seperti yang dilakukan Steve McManaman. Namun, klub melakukan tur Asia
di pra-musim dan memperkenalkan baru ditandatangani David Beckham.
Perez dan direktur menolak untuk memperbaharui kontrak Claude Makélélé dengan gaji yang lebih baik,
menjengkelkan Makélélé yang meminta transfer, akhirnya pindah ke Chelsea
Pada hari-hari terakhir jendela transfer, Fernando Morientes meninggalkan klub
dipinjamkan ke Monaco. Real Madrid, yang baru diangkat dengan
pelatih Carlos Queiroz, mulai liga domestik mereka
perlahan-lahan setelah menang keras atas Real Betis.
Musim
2005-06 dimulai dengan janji beberapa pemain baru - Julio
Baptista (€20 Juta), Robinho (€30 Juta) dan Sergio Ramos
(€30 Juta - Melepas Klausul) - tetapi pelatih asal Portugal itu tidak dapat
menemukan formula yang tepat di lapangan sebagai bentuk miskin Real Madrid
melanjutkan, dengan tim memukul titik terendah setelah kerugian memalukan 0-3
di tangan Barcelona di Santiago Bernabéu. Luxemburgo
akhirnya akan mengundurkan diri dan penggantinya adalah Juan Ramón López Caro,
secara resmi manajer Real Madrid Castilla. Sebuah kembali
singkat untuk membentuk datang tiba berhenti setelah kalah dalam leg pertama
perempat final Copa del Rey, 6-1 untuk Real Zaragoza. Tak lama
setelah itu, Real Madrid tersingkir dari Liga Champions untuk musim keempat
berturut-turut, kali ini di tangan Arsenal. Pada tanggal 27 Februari 2006, Florentino Pérez mengundurkan diri.[28]
Presiden baru Ramón Calderón (2006–2009)
Pemain Real
Madrid merayakan kemenangan gelar mereka di Supercopa de España 2008 melawan Valencia.
Ramón Calderón terpilih sebagai presiden klub
pada tanggal 2 Juli 2006 dan kemudian ditunjuk Fabio Capello
sebagai pelatih baru dan Predrag Mijatović sebagai direktur olahraga
baru. Real Madrid memenangkan gelar La Liga pada tahun 2007 untuk pertama
kalinya dalam empat tahun namun Capello dipecat. Pada tanggal 9 Juni 2007, Real
bermain melawan Zaragoza di La Romareda. Pertandingan turun ke awal yang buruk
ketika Real Madrid dipaksa untuk mengubah lineup mereka beberapa menit sebelum
dimulainya pertandingan saat bek muda Miguel Torres merobek hamstring selama
pemanasan. Zaragoza memimpin Real 2-1 menjelang akhir
pertandingan sementara Barcelona juga menang melawan Espanyol 2-1. Tantangan
gelar Real tampak akan berakhir. Namun, akhir equalizer Ruud van Nistelrooy diikuti dengan menit
terakhir gol Raúl Tamudo melompat gelar
Real Madrid berharap kembali menguntungkan mereka. Sevilla
juga ditahan imbang 0-0 tandang melawan Mallorca,
yang berarti bahwa kemenangan di kandang melawan Mallorca efektif akan
mengamankan Los Merengues meraih gelar 30 liga Spanyol mereka.[29]
Pada musim 2007—2008, Real Madrid memenangkan liga domestik ke-31 kalinya di
bawah asuhan pelatih Jerman, Bernd Schuster.[30]
Gelar
dimenangkan pada tanggal 17 Juni, Mallorca menghadapi Real di Bernabéu, sementara Barcelona
dan Sevila,
yang penantang gelar lainnya, menghadapi Gimnàstic de Tarragona dan Villarreal
masing-masing. Pada babak Real time adalah 0-1, sedangkan Barcelona telah
melonjak ke depan menjadi 0-3 memimpin di Tarragona, namun tiga gol di terakhir
setengah-satu jam dijamin Real Madrid menang 3-1 dan gelar liga pertama mereka
sejak 2003. Gol pertama datang dari Reyes yang mencetak gol setelah kerja bagus
dari Higuaín. Sebuah gol bunuh diri diikuti oleh gol
menyenangkan lain dari Reyes diperbolehkan Real untuk mulai merayakan gelar.
Ribuan penggemar Real Madrid mulai pergi ke Plaza de Cibeles untuk merayakan
gelar.
Periode kedua Pérez dan era Mourinho (2009–2013)
Pada tanggal
1 Juni 2009, Florentino Pérez kembali menjadi presiden Real
Madrid dan bertahan sampai saat ini. Pérez melanjutkan tradisinya mengontrak
pemain bintang dengan membeli Kaká dari AC Milan dan kemudian membeli Cristiano
Ronaldo dari Manchester United yang memecahkan rekor
transfer dengan harga 80 juta pound
sterling.
José Mourinho
mengambil alih sebagai manajer pada Mei 2010. Pada April 2011, kejadian aneh
terjadi, untuk pertama kalinya, empat Clásicos itu harus dimainkan dalam
rentang delapan belas hari. Yang pertama adalah perlengkapan untuk pertandingan
Liga pada tanggal 17 April (yang berakhir 1-1 dengan gol penalti untuk kedua
belah pihak), Copa del Rey (yang berakhir 1-0 untuk Madrid), dan kontroversial
leg kedua semifinal Liga Champions pada 27 April dan 2 Mei (3-1 kekalahan
agregat) ke Barcelona.
Clasico
pertama kali melihat Cristiano Ronaldo mendapatkan gol pertamanya
melawan Barcelona karena penalti yang diberikan kepada Madrid setelah
pelanggaran ke Marcelo. Final Copa del Rey
memberi Real Madrid gelar pertama di bawah Mourinho dengan sundulan Cristiano
Ronaldo di perpanjangan waktu. Semifinal Liga Champions adalah mungkin yang
paling kontroversial dari empat pertandingan, dengan pengusiran Pepe pada leg
pertama di Santiago Bernabéu, setelah diduga
"tantangan berbahaya" untuk bek Barcelona Daniel Alves.
Alves dilakukan dalam tandu "tidak dapat berjalan", tapi setelah Pepe
ditunjukkan memerah, Alves datang berlari kembali ke lapangan dalam hitungan
detik. Setelah Pepe yang mengirimkan dari pelatih Jose Mourinho juga diusir,
menerima denda dan larangan lima pertandingan. Pertandingan ini sama juga
kontroversial oleh gelandang Barcelona Sergio
Busquets yang ditangkap pada video mengatakan apa yang tampak
seperti cercaan rasial seharusnya Madrid bek kiri Marcelo. Leg kedua tidak
kontroversial sebagai yang pertama, dengan mungkin pengecualian tujuan
dibatalkan untuk Gonzalo Higuaín, setelah Cristiano Ronaldo
dianggap telah mengotori Javier
Mascherano sebagai akibat dari pelanggaran terhadap Ronaldo oleh Gerard Piqué.[36]
Di La Liga
musim 2011-12, Real Madrid memenangkan liga, rekor waktu 32 dalam sejarah La
Liga dan menyelesaikan musim dengan sejumlah catatan, termasuk 100 poin dalam
satu musim, rekor 121 gol yang dicetak & selisih gol dari +89, dan 16 rekor
menang tandang dan 32 secara keseluruhan menang. Di musim yang sama, Cristiano
Ronaldo menjadi pemain tercepat untuk mencapai 100 gol dalam sejarah Liga
Spanyol. Dalam mencapai 101 gol dalam 92 pertandingan, Ronaldo melampaui
legenda Real Madrid, Ferenc Puskás, yang mencetak 100 gol dalam 105
pertandingan. Ronaldo menetapkan tanda klub baru untuk tujuan individu mencetak
gol dalam satu tahun (60), dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol melawan
semua 19 tim oposisi dalam satu musim.
Era Ancelotti (2013–sekarang)
Setelah
mengecewakan menelan kekalahan oleh Atletico
Madrid di Final Copa del Rey 2013, Florentino Perez mengumumkan
kepergian Mourinho di akhir musim dengan "kesepakatan bersama".[39]
Mourinho dianggap musim 2012-13 sebagai "yang terburuk dalam karir
saya",[40]
di mana tim selesai, semifinal di Liga Champions, dan runner up di Copa del
Rey. Mourinho kembali ke Liga Inggris dengan Chelsea,
sebuah tim yang membawa Mourinho berhasil dari 2004 sampai 2007
Pada 25 Juni
2013, Carlo Ancelotti menjadi manajer Real Madrid,
berhasil menggantikan Mourinho, dengan menandatangani kontrak tiga tahun.[41][42]
Sehari kemudian, ia diperkenalkan pada konferensi pers pertamanya untuk Madrid
di mana ia mengumumkan bahwa Zinédine
Zidane dan Paul Clement, keduanya akan menjadi asistennya. Pada 1
September 2013, transfer lama ditunggu-tunggu dari Gareth Bale
diumumkan. Pemain Wales itu dilaporkan baru penandatanganan rekor dunia, dengan
harga transfer diperkirakan sekitar €100 juta.
Cukup
sekian pengenalan dan Kesukaan saya, kalau ada waktu akan saya post lagi
terimakasih
CM: KIRITO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar